Sabtu, 19 Juli 2014 - 07:30 WIB , Editor: admin
Pekanbaru Tribunterkini- Upaya untuk mensucikan bulan Ramadhan Walikota Pekanbaru mengeluarkan Perwako. Peraturan ini terkait jam buka restoran atau rumah makan serta tempat hiburan malam.
Untuk melaksanakan Perwako tersebut satuan polisi pamong Praja Pekanbaru melaksanakan razia . Satpol PP menggandeng Kepolisian Resort Kota Pekaanbaru serta Denpom AD dan ormas kemasyarakatan FPI.
Minggu (13/7/2014) dinihari.Tim gabungan ini berkumpul di Mapolresta Pekanbaru, setelah memberikan arahan tim bergerak menyisiri tempat hiburan malam yang dianggap mengganggu kesucian bulan Ramadan.
Operasi ini dimulai dari Diva Karaoke yang terletak di jalan Sudirman Pekanbaru. Namun tim gabungan tidak menemukan pelanggan karaoke. Namun hanya beberapa pengunjung sedang makan malam.
Selanjutnya tim gabungan dipimpin Plt Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Azharisman Rozie tidak menemukan pelanggaran yang berarti sesuai Pertwako tim melanjutkan operasi di perbatasan Kota Pekanbaru dan Kampar. tim gabungan menemui warung remang-remang yang tetap buka dengan lampu lampu kelap-kelip layaknya tempat hiburan Diskotik, lagi-lagi tim tidak menemukan pelanggan ,hanya karyawan warung remang remang, karena kuat dugaan sudah bocor duluan karena pengamatan media ini beberapa pelanggan ada yang kocar kacir masuk semak-semak. Tim gabungan hanya menyita satu ember besar minuman keras jenis Tuak.
Dengan tegas Kasatpol PP Azharisman mengatakan kepada pemilik warung agar membongkar bangunan karena lahan ini milik Pemko Pekanbaru. Dan bila tidak dibongkar dalam minggu ini pihak Satpol PP akan membongkar dengan paksa, dua hari kedepan warung ini agar segera di bongkar" tegas Rozie.
Usai menggeledah warung remang-remang di Panam, Tim gabungan bergerak ke StarCity yang terletak di Jalan Sudirman. Kedatangan Satpol PP dan Polresta Pekanbaru cukup mengagetkan para pengunjung dan manajemen.
Pihak pengamanan StarCity mengatakan Kepada Tribunterkini kalau ruang karaoke,Billiar dan Spa tidak buka di bulan Ramadhan,yang buka hanya Café tempat Nobar( Nonton Bareng ) piala dunia itu aja pak uangkap Berlian singkat.
namun demikian, Tim gabungan menduga Star City sengaja menyembunyikan para pengunjung. Pasalnya, parkir Star City dipenuhi kendaraan pengunjung.
Waktu menunjukkan jam satu dinihari Operasi berlanjut ke Jalan Kuantan, di Pujasera Dinasty disini Tim gabungan juga menduga operasi ini bocor, karena dijumpai adanya dua orang oknum Propos polsek limapuluh. Serta beberapa pengunjung yang lagi makan ditemani pramusaji.
Leni pengawas lapangan puja sera mengatakan kepada Tim bahwa tidak menjual minuman keras dibulan puasa. Lagian kita buka juga untuk orang berbuka puasa saja, karena banyak orang yang buka bersama disini makanya ramai. Kami bukanya jam enam sore pak ujar Leni kepada Kasatpol PP.
ketika ditanya keberadaan oknum Propos berpangkat Ipda tersebut sioknum mengatakan
"Kami mendapat kabar, katanya pujasera mau diserang. Makanya kami kesini dan menjaga supaya tidak terjadi,karena ini wilayah kami tentu kami tidak mau terjadi keributan diwilayah ini" dalih oknum Propos tersebut.
Rozie meminta pengelola Pujasera Dinasty wajib lapor dengan membawa izin dan KTP para karyawan.
kepada Para media Rozie mengatakan , razia tempat hiburan malam sesuai dengan Perwako. tempat hiburan malam dilarang dibuka selama Ramadan. "Ini upaya kami untuk menegakkan Perwako demi menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah, operasi ini yang kedua semalam kami sudah merazia tempat hiburan seperti Happy Puppy, C7, SCH, Inul Vista dan kafe remang remang dijalan beringin. tim gabungan mengamankan delapan pemuda karena tanpa identitas.jadi kami berharap agar para pengusaha dan masyarakat mentaati Perwako demi menjaga kesucian bulan Ramadhan.(Albert /edo)
(nasional/admin)
Sumber : https://tribunterkini.com/