Sabtu, 10 November 2018 - 07:30 WIB , Editor: admin
SUKADANA- Terkait adanya Pemberitaan dibeberapa media Online atas kesalah pahaman antara TNI dan insan pers di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung timur, TNI dan Pers yang ada di Lamtim duduk bersama saling memaafkan. Kamis, (8/11).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh TNI dari kodim 0411 lamteng yang diwakili oleh Peltu Usman Ali, Pelda Usman Effendi dan Pelda Tarno, Ketua PWI Lamtim Musannif Effendi, Ketua FKSKM Tarmizi beserta puluhan insan pers yang ada dikabupaten lampung timur.
Ketua PWI Lamtim Musannif effendi yusnida SH MH mengatakan, dalam hal ini TNI sudah mengklarifikasi tidak ada penghalangan kerja wartawan, dan dari pihak wartawannya sendiri yakni Tarmizi Husen sebagai ketua Forum Komunikasi Surat Kabar Mingguan (FKSKM) Lampung timur sudah saling memaafkan atas kesalah pahaman yang terjadi kemarin di dinas pendidikan kabupaten lamtim. Insan pers dan TNI duduk bersama terkait pemberitaan dugaan adanya anggota TNI yang bertugas di dinas pendidikan kabupaten lamtim menghalang-halangi kinerja pers.
“Dalam hal ini pihak TNI dan pers sudah duduk bersama untuk saling memaafkan atas adanya kesalah pahaman ini, Tarmizi selaku wartawan juga telah memahami bahwasannya TNI bukan bermaksud menghalangi kinerja wartawan. Kita sudah duduk bersama antara TNI dan pers serta saling memaafkan, dalam hal ini TNI bukan bermaksud menghalangi kinerja pers yang dilindungi undang-undang pers nomor 40 yahun 1999, namun hanya salah paham saja, untuk itu pertemuan ini dilakukan guna mengklarifikasi miskomunikasi antara pers bernama Tarmizi dan anggota TNI bernama Pelda Tarno yang berada di dinas pendidikan lamtim”, papar fendi sapaan akrab ketua PWI Lamtim.
Ketua FKSKM Lampung timur Tarmizi Husen mengatakan, bahwa permasalahan kemaren itu dirinya bersama wartawan galaksi.com bernama Aminuddin merasa dihalangi Profesi nya oleh oknum TNI, namun ketika mendengar pemaparan dari pihak TNI maka tidak ada penghalangan kinerja wartawan, hal itu hanya kesalah pahaman saja. “Kami kira kemarin kami itu dihalangi untuk liputan, sedangkan kami pers ini dalam mencari berita dilindungi UU nomor 40 tahun 1999, ternyata dalam pertemuan ini kita semua menyadari hanya terjadi salah paham saja antara kami yang berprofesi wartawan dengan anggota TNI yang berjaga di dinas pendidikan lamtim”, jelas Tarmizi.
Tarmizi Husen melanjutkan, dirinya selaku wartawan yang merasa dihalangi oleh anggota TNI dalam memburu berita di dinas pendidikan lamtim telah berjabat tangan dan saling memaafkan. “Kami juga mohon maaf kepada Pelda Tarno dan korps TNI yang sudah salah paham, kalau kita duduk bersama dan muayawarah seperti ini tentunya makin mempererat tali silaturahmi, tentunya terkait pemberitaan kami kemarin yang menyatakan anggota TNI menghalangi kinerja wartawan itu akan kami berikan hak jawab dan klarifikasi, semoga dengan keaalah pahaman ini semakin membuat Insan Pers di lamtim bersama TNI semakin kuat dalam hal koordinasi di segala bidang”, Terang Tarmizi.
Dengan diadakannya Silaturahmi dan duduk bersama ini bertujuan untuk saling bersinergi dan untuk mempererat tali Silaturahmi antara Insan Pers dengan Institusi TNI, sebab zelama ini hubungan Insan Pers bersama TNI terutama kodim 0411 Lamteng harmonis. “Kita semua saling menghargai Profesi kita masing – masing”, pungkas nya.
Perwakilan TNI dari kodim 0411 Lamteng Peltu Usman Ali memaparkan, dirinya mewakili anggotanya meminta maaf atas kesalah pahaman antara Pelda Tarno yang bertugas di dinas pendidikan lamtim dengan wartawan yang bernama Tarmizi beserta teman-temannya yang sedang melakukan peliputan berita di dinas pendidikan Lamtim. “Ini hanya kesalah pahaman saja antara wartawan dengan anggota kami, tidak ada kami menghalangi kinerja wartawan dalam peliputan di dinas pendidikan Lamtim, kami sudah duduk bersama dan saling memaafkan, tadi ada ketua PWI Lamtim bang Fendi, ketua FKSKM bang Tarimizi itu sendiri bersama puluhan wartawan yang ada di Lamtim. (Nurasikin).
(nasional/admin)
Sumber : https://tribunterkini.com/