Selasa, 23 Oktober 2018 - 07:30 WIB , Editor: admin
Pekanbaru- Hingga minggu ke 42 tahun 2018, angka demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 284 kasus. Namun demikian, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu di minggu yang sama. Tahun 2017, di minggu yang sama, DBD di Pekanbaru mencapai 534 kasus.
"Terjadi pengurangan hampir 50 persen dibanding tahun lalu", kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru Gustiyanti. Selasa (23/10).
Penyebaran nyamuk pembawa DBD ini berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat. Jadi, hal itu juga berkaitan dengan prilaku masyarakat.
"DBD ini disebabkan oleh lingkungan. Selagi masyarakat tidak mendukung, itu pasti tetap ada kasusnya", kata dia.
Program untuk menekan penyebaran DBD, program Dinas kesehatan terus berjalan. Seperti kader jumantik, kata dia terus melakukan penyuluhan.
Selain itu, jika ada yang terkena DBD, Puskemas di kecamatan masing-masing siap memberi pertolongan. "Jika ringan kita ada obat di Puskesmas, dan juga bisa kita rawat. Untuk nyamuknya kita ada menyediakan abate. Khusus untuk membunuh jentik nyamuk", jelasnya.
Abete itu kata dia bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas. Kemudian Diskes juga melaksanakan fogging apabila memang ada masyarakat menderita DBD.
"Kita dari Diskes akan turun untuk memfogging rumah yang terkena DBD tersebut", pungkasnya. (Ruben/Kominfo)
Jumlah kasus DBD di Kota Pekanbaru Minggu ke 42 Tahun 2018 di 12 Kecamatan :
(nasional/admin)
Sumber : https://tribunterkini.com/