Kamis, 18 Juni 2026 - 14:08 WIB , Editor: ruben
Pelalawan | Tribunterkini– Menteri Lingkungan Hidup RI / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Kel. Teluk Dalam, Kec. Kuala Kampar, Kab. Pelalawan. Lokasi utama kegiatan: *Pembuatan Sekat Kanal Pulau Mendol, Desa Sungai Perak, Kec. Kuala Kampar*.
Adapun yang hadir mendampingi Menteri LH: Deputi BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, S.IP., M.Si; Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H; Plt Gubernur Riau diwakili Asisten III Setda M. Job Kurniawan, AP., M.Si; Deputi TLSDAB KLH/BPLH Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc; Pimpinan Sinar Mas APP Forestry Suhendra Wiriadinati, Dr. Ir. H. Soewarso, http://M.Si., IPU, Iwan Setiawan; Direktur PT. Arara Abadi Edie Haris, MZ; Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, S.M., M.M; Direktur Rehabilitasi Mangrove PDAS-RH Nikolas Nugroho Surjobasuindro, S.Hut., M.T; Humas Menteri LH Danang Nurhidayana.
Penyambutan oleh Polres Pelalawan diwakili Kabag Ops AKP Yulhairi, S.H., M.H, bersama Kasat Intelkam IPTU Deddy Hendra Cipta Tobing, Kasat Polairud AKP Mardani Tohenes, S.H., M.H, Kasat Resnarkoba IPTU Haryanto Alex Sinaga, S.H., M.H, Kasi Propam AKP Mulian Dony, S.H. Turut hadir Kapolsek Kuala Kampar AKP Rian Oniel, S.H, Anggota DPRD Dapil Kuala Kampar Daramén, S.H., M.Kn, Plt Camat Kuala Kampar T. Radi Guspandiar, Upika Kuala Kampar, para Lurah/Kades, personil gabungan Polres-Polsek ±50 orang, dan ±100 warga setempat.
Kegiatan yang dilakukan: Rombongan tiba di Kantor Camat Kuala Kampar, dilanjutkan penanaman pohon simbolis di lapangan bola depan Kantor Camat. Selanjutnya rombongan menuju lokasi sekat kanal Desa Sungai Perak dan melakukan pembangunan sekat kanal secara kolaboratif bersama warga dan perusahaan. Setelah itu dilaksanakan audiensi Menteri LH dengan warga membahas manfaat sekat kanal, potensi Pulau Mendol sebagai sentra padi dan kelapa, serta aspirasi pengembangan wilayah. Rangkaian ditutup dengan wawancara media nasional dan peninjauan intervensi pembasahan gambut di Pulau Muda Teluk Meranti.
Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, S.M., M.M mengatakan “Terima kasih atas dukungan Polri, Camat, Kapolsek, dan seluruh elemen masyarakat Kuala Kampar. Fenomena El Nino diperkirakan berlangsung panjang hingga November dengan puncak kemarau Juli-Agustus. Kami berharap perusahaan di Kuala Kampar berkontribusi menyediakan alat berat di setiap desa untuk pencegahan karhutla.”
Warga dan kepala desa: Masyarakat Kuala Kampar Sdr. Katoki menyampaikan karhutla sering terjadi dan meminta Masyarakat Peduli Api diperhatikan serta perusahaan membantu alat pemadam. Lurah Teluk Dalam T. Heri Yusri mengapresiasi pembuatan sekat kanal kolaboratif dan berharap sekat kanal dibuat di tiap RW disertai bantuan alat pemadam. Kades Sungai Solok Zainal Abidin mengusulkan tiap desa mendapat 1 alat pemadam +1 alat berat dan perbaikan jalan lingkungan.
Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan “Masukan masyarakat sangat masuk akal untuk kepentingan bersama dalam mencegah karhutla. Untuk Masyarakat Peduli Api akan kami rapatkan bersama BNPB agar didukung Pusat dan Daerah. Saya dukung setiap desa memiliki 1 alat pemadam karhutla, akan kami koordinasikan agar segera direalisasikan. Mari bergotong royong menjaga lingkungan dan mencegah karhutla.”
Tanggapan Deputi BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, S.IP., M.Si mengatakan “Permintaan alat berat akan kami koordinasikan dengan perusahaan agar minimal 1-2 unit tersedia di Kuala Kampar. Untuk alat pemadam karhutla, BNPB mendukung dan akan membantu 2 unit untuk masing-masing desa sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.”
Kegiatan pengamanan dipimpin Kabag Ops Polres Pelalawan AKP Yulhairi, S.H., M.H didampingi Kasat Intelkam IPTU Deddy Hendra dan Kapolsek Kuala Kampar AKP Rian Oniel, S.H, dengan personil gabungan yang tersprint. Seluruh rangkaian kunjungan kerja berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Air ditahan, api dicegah, harapan ditanam. Sekat kanal di Pulau Mendol adalah simbol kerja bersama: pemerintah, Polri-TNI, perusahaan, kepala daerah, dan warga satu barisan menjaga gambut. Dari bibit yang ditanam hingga kanal yang ditutup, Pelalawan menunjukkan bahwa merawat lingkungan adalah merawat kehidupan. Dengan semangat “Melindungi Tuah Menjaga Marwah”, setiap langkah kecil di kanal hari ini adalah langkah besar untuk Riau bebas asap esok hari. **
(Pelalawan/ruben)
Sumber : https://tribunterkini.com/