Nagari Sontang Cubadak Perlu Sentuhan Dosen UNAND Untuk Pemasaran dan Produksi Biji Kakaonya

Sabtu, 23 November 2019 - 17:17 WIB , Editor: dj

Pasaman | Tribunterkini- Kabupaten Pasaman terletak di bagian utara wilayah Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.447,63 km2 atau setara dengan 10,44% dari luar Sumatera Barat, dengan jumlah penduduk sebanyak 269.883 jiwa pada tahun 2015.

Salah satu kekayaan alam Kabupaten Pasaman berasal dari sektor pertanian. Adapun dari sector pertanian, terdapat 4 kelompok komoditas yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasaman, yakni komoditi pangan utama, (seperti padi, jagung, dan kacang tanah), komoditi perkebunan (seperti karet, kakao, dan kelapa sawit), komoditi peternakan (sepert sapi, kerbau, dan kambing), serta komoditi perikanan.

Kabupaten Pasaman merupakan daerah penghasil kakao (Theobroma cacao) terbesar di Sumatera Barat mulai dari tahun 2017. Produksi kakao di Sumatera Barat mencapai 66.917 ton dengan luas tanam 145.735 hektare. Berdasarkan hal tersebut, daerah Kabupaten Pasaman memimpin dengan jumlah produksi sebanyak 17.558 ton dari luas tanam 26.273 hektare.

Nagari Sontang Cubadak merupakan salah satu nagari yang ada di Kabupaten Pasaman. Kabupaten Pasaman kita tau sebagai penghasil kakao terbesar juga di Provinsi Sumatera Barat. Biji kakao di Kabupaten Pasaman juga tidak kalah bagus kualitasnya dengan daerah lain. Menurut kepala wali nagari sontang cubadak, Hendra, biji kakao nagari ini juga dibeli oleh daerah payakumbuh. Potensi untuk pengembangan pengolahan biji kakao di nagari ini cukup besar.

Akan tetapi karena keterbatasan alat dan dana, para petani biji kakao hanya memanen biji kakao saja tidak sampai ke pengolahan. Padahal menurut sekretaris wali nagari, Muhammad Amin, untuk biji kakao ini dapat diolah menjadi produk-produk turunan yang berbahan dasar kakao, selain itu sampah kulit kakao tersebut juga dapat diolah menjadi kompos.

Mendengar permasalahan seperti itu, sangat disayangkan jika nagari tersebut tidak dapat sentuhan pemerintah untuk bantuan biaya, dan akademisi dari universitas untuk sentuhan penelitian akan kualitas biji kakaonya. Jika kita berbicara kerjasama dengan pemerintah, kepala wali nagari mengakui pemerintah punya perhatian akan hal itu. Permasalahannya sekarang, kelompok tani biji kakao yang disebut Kelompok tani aek limunan, tidak tau bagaimana untuk memasarkan dan meningkatkan produksinya dengan sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, saya sebagai dosen jurusan Teknik industry universitas andalas dan dosen lain dari jurusan lain (Eka Candra Lina, Donard Games, Cesar Welya Refdi, Hanalde Andre) serta 2 orang mahasiswa jurusan teknik industry, yola octaviani asri dan puti afra zenri utami, berkesempatan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat karena merupakan salah satu syarat juga untuk saya sebagai dosen menunaikan kewajiban tersebut.

Mengabdi kepada masyarakat, tidak hanya mengajar dan meneliti. Untuk tahap awal saya mencoba membantu kelompok tani tersebut dengan memberikan alat untuk panen untuk kelompok tani tersebut bisa memanen biji kakao tanpa harus saling menunggu untuk meminjam alat. Dengan adanya alat tersebut, diharapkan kelompok tani semakin produktif dan kuantitas produksi kakao makin meningkat.

Tidak hanya alat, kami mencoba menganalisa bagaimana strategi pemasaran untuk biji kakao di nagari sontang khususnya dan kabupaten pasaman umumnya. Karena pemasaran merupakan kunci dari suatu usaha untuk dapat bertahan dan berkesinambungan. Dari hasil sebaran kuesioner yang kami sebar ketika pengabdian, maka diketahuilah beberapa kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang untuk nagari sontang pasaman mampu memasarkan biji kakao dan produk turunannya ke daerah lain dan bahkan Internasional.

Penulis: Prima Fitri ST, MT (Dosen Jurusan Tekhnik Industri Unand).

(Pasaman Sumatera Barat/dj)

Sumber : https://tribunterkini.com/
Url Artikel : https://tribunterkini.com/web/detail/BTOBZXRPQDMBLOZAX333/nagari-sontang-cubadak-perlu-sentuhan-dosen-unand-untuk-pemasaran-dan-produksi-biji-kakaonya.html