Selasa, 09 Oktober 2018 - 07:30 WIB , Editor: admin,
Laporan: Hendri/rilis
Pekalongan -Puluhan warga kota santri menggelar aksi penolakan hoax (berita bohong), yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Aadapun aksi ini dilakukan oleh aktivis tergabung dalam koalisi rakyat Pekalongan melawan Hoax (RPMH) dilaksanakan di jalan Mandurorjo pada hari Minggu (07/10).
"Aksi damai dilaksanakan bersamaan Car Free Day, untuk menolak Hoax di iringi dengan hiburan angklung . sejumlah aktivis dengan berjalan kaki menuju ke Mapolres Pekalongan juga menyampaikan dukungan kepada polri untuk menindak tegas pelaku Hoax.
Aksi damai itu ,dipimpin Surian Rusli bersama aktivis lainnya dengan membawa poster bertuliskan, Hoax = sampah plastik, Hoax musuh NKRI. Selain itu juga, masyarakat Pekalongan akan melawan Hoax
Dalam orasinya, Surian Rusli menyampaikan bahwa Hoax mempunyai tujuan yang jelas untuk memecah belah dan mengadu domba bangsa.karena Hoax bukan delik aduan namun delik umum sehingga Polri agar lebih tegas lagi menangani Hoax.
Mari kita dukung polri untuk menangkap pembuat dan penyebar Hoax, terbukti Hoax dapat ditangkap oleh polri,"terangnya
"Selain itu, polri sudah membuktikan bahwa akan menindaklanjuti isu-isu Hoax dengan serius seperti kasus pembohongan publik yang dilakukan Ratna Sarumpaet, karena Hoax sangat berbahaya bagi Negara Republik Indonesia ini.
"Kami tidak ingin menyediakan payung sebelum hujan,kami tidak ingin , memadamkan api setelah ada api mari kita bersama-sama melawan Hoax , menyiapkan payung sebelum hujan"lanjutnya
Sementara dalam kesempatan itu, sejumlah aktivis memberikan dukungan ke polri dengan menyerahkan poster yang dibawa dengan di temui Wakapolres Pekalongan Kompol mashudi.dalam kesempatan itu,
Wakapolres Pekalongan menyatakan terima kasih atas dukungan dari masyarakat.
Ia juga mengapresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan aksi-aksi damai dilakukan masyarakat.
"Terimakasih atas dukungan dalam menangani Hoax, semoga dukungan masyarakat dapat menjadikan manfaat bagi kita semua,terang Wakapolres saat di dampingi Kasat Sabhara AKP Sandi dan anggota lainnya.
Usai menyerahkan atribut, sejumlah aktivis kemudian membubarkan diri dengan tertib."terangnya.
(nasional/admin)