Rabu, 02 Desember 2015 - 07:30 WIB , Editor: admin,
Pekanbaru Tribunterkini-Pilkada serentak di propinsi Riau akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 tinggal menghitung hari. Bagaimana sikap PGRI Riau dalam pelaksanaan Pilkada serentak.Berikut wawancara Tribunterkini dengan Dr. H Syahril S.Pd, MM ketua PGRI Riau di ruangannya mengatakan dalam Pilkada serentak kepala daerah di Riau PGRI harus netral.
Mana yang terpilih pada Pilkada serantak, itulah yang kita terima . PGRI bukan organisasi politik, dengan demikian kita komit bahwa kita tidak ada mendukung salah satu calon. “Mana yang terpilih dan yang menjadi pilihan rakyat kita dukung berarti itulah pemerintahan kita kedepan”, ucapnya.
Ketika ditanya bagaimana harapan PGRI yang sudah memasuki usia ke 70 tahun Syahril mengatakan,guru telah berbuat yang terbaik, sudah melaksanakan tugas dengan baik, tentu guru juga senantiasa memperbaharui segala apa yang ada dalam keilmuan dan skill sesuai dengan masa sekarang.
Sebab Ilmu dan Skill itu menyesuaikan dengan kebutuhan yang di perlukan pada masa itu. Sebagai contoh anak didik yang kita ajar ini bukan untuk sekarang saja ilmunya, setelah dia tamat baru dia pergunakan ilmunya.Setelah dalam jangka waktu 10 tahun kedepan kebutuhan itu akan berubah, untuk itu guru senantiasa memahami hal yang seperti itu.
Harapan saya juga agar masyarakat, orang tua murid memberikan kepada guru kepercayaan penuh bagaimana anak didik tidak membeda-bedakan cara pandangnya kepada orang tua dengan gurunya. Disekolah pun guru itu adalah orang tuanya, jangan sampai salah menilai, karena guru memberikan kasih sayangnya ke anak didik sangat tinggi, urainya,
Ditanya tentang perhatian pemerintah untuk kesejahteraan guru, Syahril mengatakan itu yang selalu kita usulkan ke pemerintah perhatikanlah guru kita ini. Terutama dalam segi kesejahteraannya, sebab kebutuhan sepanjang waktu meningkat. “Untuk itu kesejahteraan guru lebih di perhatikan lagi, dan ditingkatkan", imbuhnya”.
Hal ini supaya guru memiliki fokus dan perhatian yang lebih tinggi lagi hanya memikirkan kualitas belajar dan cara mengajar. Kalau guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan perharinya tentu guru akan memikirkan yang lain-lain. “Saya berharap pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru”, tutup Syahril. (Albert)
(nasional/admin)