Kamis, 14 Februari 2019 - 07:30 WIB , Editor: admin,
Sumatera Selatan Tribunterkini- Sudah beberapa bulan belakangan jalan lintas tengah penghubung Kota Prabumulih ke Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengalami rusak parah.
Dari pantauan tribunterkini.com disejumlah ruas jalan lintas antar kabupaten kota itu, walau kendaraan masih dapat melintas, namun harus ekstra hati hati, karena selain jalannya sudah banyak berlobang, juga licin disebabkan endapan lumpur dalam setiap lobang kerusakan jalan.
Bahkan saat melintas, tribunterkini.com menyaksikan sebuah mobil truk muatan buah sawit terperosok di sudut jalan depan perusahaan penyalur Gas Elpiji diduga milik Sultan Palembang di Desa Karang Bindu.
Karena itulah, dalam upaya terhindar dari kemacetan dan kecelakaan lalulintas, sejumlah warga yang bemukim di perlintasan jalan ini melakukan gotong royong menimbun pada bagian ruas kerusakan jalan yang cukup parah.
"Kami tidak tahan pak melintas dijalan penuh kubangan lumpur. Lebih baik kami gotong royong cari pecahan batu buat menimbun lobang yang mengangah di tengah jalan", kata Padriawan alias Iwan, koordinator yang menimbun jalan.
Karena kalau mau menunggu perbaikan dari pemerintah, ya kapan pastinya. Sedang kami tiap hari melintas di jalan ini, ujar Iwan yang mengaku warga Desa Karangan ini.
Dari pengakuan sejumlah warga yang bermukim di perlintasan jalan buatan zaman kolonial itu menuturkan, kalau selama hampir sepuluh tahun ini jalan tersebut hanya dilakukan tambal sulam saja.
"Biasanya ditambalnya jalan ini ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri, sepengingat saya. Juga yang ditambal hanya lobang kerusakan jalan yang lobangnya besar dan dalam saja", tutur Farli yang mengaku warga Desa Tanjung Seraya menambahkan jika perbaikan jalan yang dilakukan selama ini hanya pemeliharaan ringan.
Sangat disesalkan dalam rentang waktu sepuluh tahun lalu, antusias pemerintah terhadap sarana transformasi yang sudah lama ada ini tidak pernah dilakukan perbaikan secara menyeluruh.
Makanya kami warga yang bermukim di dua wilayah ini selalu bertanya tanya, mana perjuangan perwakilan kami di dewan dan depede (DPD) khususnya daerah pemilihan wilayah kami, Farli mempertanyakan.
Masi menurut Iwan, dalam Dua minggu ini sedikitnya sudah 3 kendaraan yang terbalik di perlintasan wilayah Kota Prabumulih ini.
Seminggu lalu mobil jenis Suzuki APP terjungkal kedalam jurang depan Kantor Camat RKT. Selang beberapa hari, mobil truk pengangkut buah sawit jurusan Baturaja terbalik di depan PT. LCC (perusahaan penyalur gas rumah tangga).
Kemudian Truk pengangkut buah Sawit juga terbalik dekat jembatan Layang Desa Karangan, Iwan menuturkan.
Kalau kecelakaan sepeda motor sudah tidak terhitung lagi pak.
"Rata kecelakaan yang dialami pengendara roda dua terjungkal karena terjebak masuk lobang jalan yang dalam. Ada juga tabrakan lantaran adanya pengendara yang berupaya mengelakkan lobang hingga berakibat tabrakan, Iwan menambahkan.
Disinggung darimana biaya didapat untuk menimbun ruas jalan yang rusak, menurut Iwan didapat dari hasil swadaya mereka sendiri.
"Kami sengaja mengambil pecahan batu dari Prabumulih dan dananya hasil gotong royong kami sendiri untuk biaya sewa angkut pecahan batu ini", kata Iwan sembari menyusun pecahan batu dalam lobang jalan rusak bersama rekan rekannya.
Harapan kami pak agar pemerintah segera perbaiki jalan perlintasan kami ini. Karena jalan ini, satu satunya jalan untuk kami menuju, baik ke arah Lampung maupun tujuan Palembang, harap Iwan. (Septi).
(nasional/admin)