Langsa- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Samudera (Unsam) Langsa,
Melakukan aksi unjuk rasa dan menuntut agar Wakil Rektor (Warek) III, Bukhari, dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak mengayomi mahasiswa.
Amatan wartawan di lapangan, sekitar pukul 11.00 WIB para mahasiswa sudah berada di halaman kampus untuk melakukan aksi sembari membawa poster bertuliskan, Bagaimana mau maju kalau sistemnya gak jelas.
Koordinator aksi, Ari Sanjaya saat membacakan petisi mengatakan, menolak keras hasil keputusan rapat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) yang diambil secara mendadak dan tertutup tentang perubahan panduan penyusunan laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Agustus ini.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pertanggung jawaban LPPM atas laporan yang telah dicetak dan disposisi oleh ketua panitia KKN, untuk menurunkan dan menggantikan Warek III bidang kemahasiswaan
Dengan alasan kurang baiknya manajemen dalam mengatur bidang kemahasiswaan, memperlambat segala urusan kemahasiswaan, kurangnya partisipasi terhadap mahasiswa, penyalahgunaan admitrasi, tidak dapat mengayomi mahasiswa dengan baik, dan tidak layak sebagai Warek III.
Tidak hanya itu, dalam petisi itu juga mahasiswa menuntut Rektor Untuk tidak memperlambat segala Pembanggunan infrastuktur dan fasilitas yang merata di area kampus.
Selanjutnya, menuntut untuk melibatkan mahasiswa dalam penyusunan konsep, meminta kejelasan tentang akreditas kampus, meminta untuk melibatkan mahasiswa dalam penyusunan borang (dokumen instrument akreditasi) universitas Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB).
Kemudian, meminta transparansi sumber daya alam yang ada di kampus, menuntut janji rektor terhadap kesekretariatan mahasiswa dan agar menjalin hubungan kerjasama dengan perusahan-perusahan yang ada di seluruh Indonesia agar seluruh alumni Universitas Samudra lebih mudah mendapatkan pekerjaan.
Sementara, saat aksi protes berlangsung, rektor tidak berada di tempat dan saat dihubungi melalui telepon seluler juga tidak tersambung sampai dengan berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi. (Wira)
(nasional/admin)