Hot News

Kristoforus Kurra Anggota Dewan dari Partai Perindo, Bersama Puluhan Warga Bersihkan Sumber Mata Air

Sabtu, 18 Januari 2020 - 20:01 WIB , Editor: alb,

 

Kodi Utara- Antusias puluhan warga bersama pengurus pro-air dan Kristoforus Kurra Anggota DPRD Sumba Barat Daya dari Fraksi Partai Perindo  turun tangan langsung ke lokasi sumber mata air loko di Desa Waiholo untuk membersihkan lumpur.

 

Di mata air yang tersumbat dengan lumpur atau kotoran hasil banjir ke dalam saluran pipa pembagian air ke bak penampung.

 

Kegiatan pembersihan yang telah di langsungkan hari ini sabtu pukul 10.00 pagi sampai dengan pukul15.00. Telah berhasil mereka bersihkan oleh pengurus pro-air bersama puluhan warga yang di koordinir langsung oleh Anggota DPRD SBD dari Partai Perindo Kristoforus Kurra.

 

Ini di lakukan sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggungjawab secara moril  terhadap pentingnya air bersih untuk hajat hidup masyarakat setiap hari. Wujud kepedulian mereka saat ini air kembali keluar normal sekitar 90% ke tempat komsumen atau pengguna air.

 

Menurut Kristoforus Kurra ketua pengurus Pro-air Kecamatan Kodi Utara dan sekaligus beliau sebagai anggota DPRD Sumba Barat Daya ketika di mintai tanggapannya ia mengatakan beliau berkomitmen untuk saat ini pro-air akan kembali normal berdasarkan kerja sama masyarakat dan pengurus. 

 

Untuk sama-sama menjaga ketertiban fasilitas serta kesejahteraan pengelola air agar mendapatkan kepuasan bersama. Karena pada prinsipnya pengelolaan pro-air berdasarkan prakarsa masyarakat dengan iuran peranggota KK perbulan Rp.20.000-30.000  perbulan dengan dasar tingkatan pendapatan masyarakat tuturnya.

 

Kata Kristoforus Kurra lagi bahwa komitmen ini berjalan lancar apabila operasional pegawai pro-air berjalan lancar dengan standar upahnya yang layak setiap pengelola. 

 

Dalam hal ini beliau sangat mengharapkan kebijakan pemda dengan program 7 jembatan emas agar operasional atau upah pegawai pro-air di masukkan dalam tenaga kontrak daerah oleh Pemda. Sehingga pengelolanya langsung di gaji dari Pemda. “Sebagai anggota dewan saya siap menyuarakan dalam sidang dewan kedepannya”, tuturnya kepada media.

 

Lanjutnya, demi berjalannya program air bersih di Kodi Utara banyak hal dari berbagai aspek yang harus di sinergikan atas kebijakan pemda seperti akses jalan menuju mata loko sangat di prihatinkan. 

 

Karena untuk sampai di mata air butuh akses jalan bagus agar proses pengontrolan dan transaksi masyarakat sekitar bisa berjalan normal dan terciptanya kondusifitas pemanfaatan sumber air yang produktif, tutur kristoforus kepada awak media.

 

Sementara  itu,Matius Maghale Dendo sebagai sekretaris Pro-air ia mengeluhkan  soal gaji pegawai pro-air yang tidak di peroleh selama kurang lebih 4 tahun terakhir karena kas pro-air kosong akibat tidak ada pemasukan

 

Ia sangat mengharapkan kebijakan Pemda agar mereka pegawai pro-air di gaji langsung oleh Pemda sehingga pegawai dan konsumen sama-sama puas dan hal ini merupakan keluhan nasib kami sebagai pegawai pro-air untuk memperoleh kesejahteraan yang layak, ucapnya. 

 

Sebagai bentuk keprihatinan warga terhadap tenaga pengelola pro-air bahwa menurut bapak Aloisius beliau sebagai konsumen dirinya mendukung dan memohon kepada Pemda agar mereka pegawai pro-air di beri gaji dari Pemda. Supaya kami masyarakat tidak kesulitan air bersih sehingga pengelola air tidak mempunyai alasan  tidak mempunyai gaji tutupnya. (Lambert)

(SBD/alb)

KOMENTAR
Silahkan Login Untuk Mengisi Komentar