Rabu, 26 November 2025 - 12:12 WIB , Editor: ruben,
Jakarta | Tribunterkini- Penkodau I Dalam rangka 'Rabu Ibadah' Makodau I menggelar Kajian Lintas Agama. Untuk umat Muslim Makodau I diisi dengan kajian fiqih yang dijelaskan oleh Ustadz Suherman, M.A., tentang kesolehan orang tua sebagai investasi yang sangat berharga bagi anak dan keturunannya. Bertempat di Masjid Darussalam Makodau I, Rabu (26-11-2025).
Dalam ceramahnya Ustadz Suherman menjelaskan bahwa asbab kesolehan orang tua dapat menjadi investasi yang mahal bagi anak dan keturunannya. Selain itu kesolehan sang anak dan keturunannya juga dapat menjadi investasi yang baik bagi orang tuanya yang telah tiada. Jika keduanya saling terikat maka akan ditempatkan di Surga yaitu Surga Adn tempat dimana berkumpulnya orang tua soleh/solehah dan anak-anak yang soleh/solehah.
Hal tersebut sesuai dengan Al-Quran Surat At-Tur 52: Ayat 21, "Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya".
Lebih lanjut Ustadz Suherman berpesan sekalipun saling berjauhan dan jarang bertemu supaya orang tua mentirakati anaknya dimanapun berada sebagai perlindungan bagi anak-anaknya. Begitupun anak yang soleh/solehah selalu mendoakan yang terbaik bagi orang tuanya.
Turut hadir Kaskodau I, Kapoksahli Kodau I serta Umat Muslim Makodau I.
Ditempat terpisah di Ruang Rapat Denma Makodau I, umat Nasrani Makodau I menggelar kajian yang dipimpin oleh Pendeta Paulus Galstaun, S.Th., yang menjelaskan tentang Kotbah Matius 18:21-35 yang mengajarkan kita tentang pentingnya pengampunan dan kasih. Dengan memahami dan menerapkan ajaran ini, kita dapat hidup dalam kasih dan pengampunan Tuhan.
Serta ibadah sembahyang Umat Hindu Makodau I dengan melaksanakan doa bersama untuk keberkahan dan kebaikan dalam kehidupan, bertempat di Ruang Kerja Asops Makodau I. **
(Jakarta/ruben)