Senin, 16 Maret 2026 - 18:35 WIB , Editor: ruben,
Pekanbaru | Tribunterkini- Plh EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Hamdani mengatakan lingkar Pekanbaru memiliki keunggulan dari sisi standar keamanan, kenyamanan, dan keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan jalan Nasional.
Selain itu, jalan tol ini dirancang dengan kecepatan maksimum 100 Km/jam sehingga dapat memangkas waktu tempuh perjalanan, yang nantinya diproyeksikan berkurang dari sekitar 1,5 jam menjadi sekitar 30 menit,
Sehingga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar kawasan, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial di Provinsi Riau, ucapnya.
Kemudian kata Hamdani lagi, progres pembangunan Lingkar Pekanbaru pada koridor JTTS Ruas Pekanbaru–Rengat saat ini telah mencapai 72,98%.
Menurut Hamdani kendala yang dihadapi secara umum meliputi aspek teknis konstruksi dan pembebasan lahan. Pada beberapa titik, trase Lingkar Pekanbaru melintasi tanah lunak dan area gambut sehingga memerlukan penanganan khusus,
Antara lain melalui metode replacement, Prefabricated Vertical Drain (PVD), preloading, serta pile slab guna menjaga stabilitas konstruksi. Selain itu, trase ini juga berada di kawasan yang relatif padat penduduk sehingga jumlah bidang yang harus dibebaskan cukup banyak,
Ditambah adanya beberapa bidang dengan tumpang tindih kepemilikan yang berpotensi diselesaikan melalui mekanisme konsinyasi, sehingga membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan proses pembebasan lahan pada umumnya, terang Hamdani.
Sambung Hamdani sementara ini, target penyelesaian Lingkar Pekanbaru ditetapkan pada Desember 2026. Namun, pencapaian target tersebut sangat bergantung pada progres pembebasan lahan, tutup Hamdani. (Red 01)**
(Pekanbaru/ruben)